Dalam rangkaian perjalanan panjang menuju dataran tinggi pegunungan Nongkojajar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kendaraan kami menepi di sebuah tempat ibadah berarsitektur megah dan sarat nilai sejarah: Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan. Berdiri anggun di persimpangan jalan arteri utama Jalan Raya Kasri No. 18, Petungasri, Pandaan, masjid ini menjadi titik persinggahan (rest area) favorit bagi para pelancong yang hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan perkebunan apel Nongkojajar, Gunung Bromo, maupun Kota Wisata Batu dan Malang.

Lebih dari sekadar tempat menunaikan ibadah salat yang bersih dan nyaman, rumah ibadah ini merupakan simbol persaudaraan lintas budaya dan bukti nyata harmoni akulturasi Nusantara. Momen kunjungan pada hari Senin, 24 April 2023 yang bertepatan dengan suasana hangat Idul Fitri 1444 Hijriah membuat perjumpaan spiritual di tempat ini terasa kian berkesan.

Perjalanan dan Akses Mudah dari Exit Tol Pandaan

Perjalanan kami dimulai dari Kota Semarang menelusuri Tol Trans Jawa menuju Jawa Timur. Setelah menempuh perjalanan bebas hambatan, kendaraan keluar di gerbang Tol Pandaan. Hanya membutuhkan waktu berkendara sekitar 10 menit dari pintu tol, bangunan masjid ini langsung mencuri perhatian dari kejauhan berkat konsep rancang bangunnya yang sangat menonjol dibanding bangunan sekitarnya.

Detail facade dan kombinasi warna merah emas Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan
Kombinasi atap bertingkat gaya klenteng/pagoda Tionghoa dengan hiasan kaligrafi Arab di Masjid Cheng Hoo Pandaan.

Dominasi warna merah menyala berpadu dengan hijau tua, oranye, serta aksen emas menjadikan wujud fisiknya sepintas menyerupai pagoda atau klenteng Tiongkok klasik. Namun saat mendekati gerbang masuk, deretan lafaz kaligrafi Arab bertuliskan kalimat tauhid dan nama Allah secara tegas mengukuhkan identitasnya sebagai tempat suci umat Islam.

Kami tiba beberapa saat sebelum kumandang azan Asar. Pelataran masjid yang luas tampak sibuk oleh lalu lalang kendaraan pemudik dan rombongan wisatawan keluarga. Meskipun dipadati pengunjung, ketertiban tetap terjaga dengan baik berkat kesigapan petugas keamanan dan pengelola lokasi yang memandu tata letak parkir mobil pribadi hingga bus pariwisata.

Sejarah dan Nilai Filosofis Bangunan

Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pandaan merupakan bagian penting dari jaringan masjid Cheng Hoo yang diprakarsai oleh Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) bersama komunitas Muslim Tionghoa Jawa Timur. Pembangunannya dimulai pada pertengahan 2004 dan diresmikan secara resmi pada pertengahan tahun 2008 oleh pejabat Pemprov Jawa Timur dan tokoh masyarakat setempat.

✦ Penghormatan Kepada Laksamana Cheng Ho (Zheng He)
Sosok Laksamana Cheng Ho adalah Laksamana Muslim asal Tiongkok yang melakukan ekspedisi pelayaran damai ke Nusantara pada abad ke-15. Kehadirannya tidak hanya membawa misi perdagangan, melainkan juga menyebarkan syiar Islam dengan pendekatan diplomasi kebudayaan yang santun dan menghargai kearifan lokal.

Arsitektur bangunan masjid ini secara filosofis menggabungkan tiga unsur kebudayaan besar: Tionghoa, Jawa, dan Arab. Atap bertingkat tiga berbentuk segi delapan (pagoda) melambangkan angka keberuntungan dalam tradisi Tionghoa sekaligus simbol dari konsep Iman, Islam, dan Ihsan dalam ajaran keislaman. Di bagian interior, ukiran naga khas Tiongkok digantikan oleh seni relief tumbuhan dan kaligrafi khat Arab yang melingkupi mimbar mihrab.

  • 🏮
    Ornamen Tionghoa Klasik: Penggunaan lampion, tiang penyangga merah, dan bentuk atap bertingkat khas pagoda.
  • 🕌
    Sentuhan Kaligrafi Islami: Hiasan ayat-ayat suci Al-Qur’an berbahan kayu jati yang terpampang rapi di interior ruang utama.
  • 🛍️
    Fasilitas Rest Area Lengkap: Dilengkapi area pasar oleh-oleh khas Pasuruan, kedai makanan rumahan, dan toilet bersih.

Refleksi Spiritual di Hari Raya Idul Fitri

Mengunjungi Masjid Cheng Hoo Pandaan di tengah momen Idul Fitri memberikan permenungan mendalam bagi kami sekeluarga. Berada di antara ratusan jamaah yang datang dari pelbagai latar belakang suku dan daerah, kami merasakan betapa indahnya keberagaman yang disatukan dalam ikatan keimanan.

Keindahan perjalanan tidak hanya diukur dari keelokan tempat tujuan akhir, melainkan dari tempat-tempat persinggahan yang sanggup memberikan pelajaran tentang keterbukaan, toleransi, dan rasa syukur atas perbedaan.

Anak-anak dan anggota keluarga menyempatkan diri berfoto bersama di pelataran masjid untuk mengabadikan momen perjalanan. Di area luar, tampak pula beberapa wisatawan non-Muslim yang menikmati keindahan arsitektur bangunan dari luar sembari membaca papan prasasti sejarah yang terpasang di area serambi.

Fasilitas Umum dan Pasar Oleh-Oleh

Sebagai kompleks tempat ibadah terpadu, Masjid Cheng Hoo Pandaan didukung oleh fasilitas pendukung wisata yang sangat lengkap untuk kenyamanan pengunjung:

Fasilitas Umum Deskripsi & Kondisi Kenyamanan Pengunjung
Ruang Utama Salat Luas, berkarpet bersih, tata udara sejuk dengan ventilasi tinggi Sangat Nyaman & Khusyuk
Area Wudu & Toilet Kapasitas kran air banyak, terpisah antara pria dan wanita Bersih & Terawat
Lahan Parkir Luas Sanggup menampung mobil pribadi, travel, hingga bus pariwisata Aman & Terjaga
Pasar Wisata & Culinary Center Menjual oleh-oleh khas Pasuruan (buah segar, keripik, kuliner lokal) Lengkap Untuk Belanja

Kesimpulan

Kunjungan singkat ke Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan Pasuruan menjadi catatan manis dalam perjalanan Lebaran 2023 menuju Nongkojajar. Rumah ibadah ini membuktikan bahwa perjumpaan antarkebudayaan dapat menjadi jembatan yang kokoh untuk menampilkan wajah Islam yang damai, terbuka, dan ramah bagi siapa saja.

Bagi Anda yang sedang berkendara melintasi jalur Pandaan menuju Malang, Batu, atau Bromo, sempatkanlah menepi di masjid ini untuk menunaikan salat, menyegarkan fisik, serta mengagumi keasrian arsitekturnya!

✦ Informasi Alamat & Panduan Akses
Alamat Lengkap: Jl. Raya Kasri No. 18, Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Barat 67156.
Jam Buka: Terbuka 24 Jam untuk ibadah dan persinggahan umum.
Panduan Akses: Hanya 10 menit dari Exit Tol Pandaan menuju arah jalan utama Malang / Nongkojajar.