Setelah sekian lama tidak meresapi deru angin jalanan bersama para penunggang besi, rindu itu akhirnya terbayar tuntas. Pada kurun 12 hingga 14 November 2010, sebuah agenda touring jarak jauh digelar oleh komunitas B-COP (Banten Community Pulsar). Destinasi yang dituju adalah pesisir selatan Jawa Barat yang terkenal eksotis namun menantang: Kawasan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi.

Awal Perjalanan Malam: Menembus Derasnya Hujan Serang–Malingping

Titik kumpul (meeting point) disepakati di Dealer Bajaj Serang, Jalan A. Yani Ciceri, Kota Serang, pada pukul 20.00 WIB. Tepat pukul 21.30 WIB, rombongan yang terdiri dari 36 rider siap meluncur. Roda-roda motor mulai membelah malam diiringi gerimis rintik-rintik. Namun, begitu iring-iringan memasuki rute menuju Pandeglang, langit seolah tumpah—hujan deras langsung mengguyur tanpa ampun.

Rute keberangkatan yang dipilih memotong jalur Serang – Pandeglang – Rangkasbitung, lalu menembus Kecamatan Gunung Kencana menuju Malingping. Jalur ini memiliki kontur jalan naik-turun membelah perbukitan, namun kualitas permukaannya relatif lebih bersahabat dibandingkan jalur alternatif Pandeglang – Saketi – Malingping.

Guyuran hujan tak pernah benar-benar memadamkan semangat. Pakaian yang basah kuyup justru menjadi teman setia yang merekatkan kebersamaan 36 rider sepanjang malam.

Pemberhentian pertama (rest area pertama) dilakukan di Pertigaan Bayah – Sukabumi – Malingping sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Pakaian yang basah kuyup telah menjadi kawan setia. Setelah memulihkan tenaga secukupnya, rombongan kembali membelah kegelapan hingga tiba di Bukit Habibie, Sukabumi, sekitar pukul 04.00 WIB untuk rest kedua.

Menunggu Subuh di Bukit Habibie & Panorama Pelabuhan Ratu

Di Bukit Habibie, rombongan beristirahat lumayan panjang sembari menunggu waktu Sholat Subuh. Beberapa rider tampak merebahkan badan di bangku warung, bahkan ada yang tertidur lelap meluapkan rasa lelah. Kehangatan secangkir kopi panas dan semangkuk mie rebus di warung 24 jam menjadi penawar manjur dari dinginnya angin malam pasca-hujan.

Dari ketinggian Bukit Habibie, gemerlap lampu Kota Pelabuhan Ratu di pinggir teluk terlihat begitu memukau di tengah kegelapan. Seusai kumandang azan dan menunaikan Sholat Subuh, sebelum sang surya benar-benar terbit, perjalanan dilanjutkan menelusuri lekukan pesisir Pelabuhan Ratu langsung menuju Ujung Genteng.

Tiba di Ujung Genteng: Karang Pesisir & Suasana Backpacking

Setelah menempuh perjalanan darat yang melelahkan selama kurang lebih 11 jam dari Kota Serang, rombongan akhirnya tiba di Pantai Ujung Genteng sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung berkumpul di Villa Ujang. Aktivitas bebersih diri dan melepas lelah dilakukan sembari menyantap hidangan sarapan yang hangat.

✦ Karakteristik Pesisir Ujung Genteng

Kawasan Pantai Ujung Genteng memiliki hamparan laut yang cukup landai sehingga sangat aman untuk bermain air. Berbeda dengan pantai selatan pada umumnya yang berpasir halus, mayoritas pesisir Ujung Genteng didominasi hamparan karang datar dan serpihan cangkang biota laut. Pasir putih nan lembut hanya dapat dijumpai di kawasan terbatas, salah satunya di area konservasi penyu.

Bagi para pelancong beranggaran hemat (backpacker), Ujung Genteng adalah surga tersembunyi. Di sepanjang pesisir banyak tersebar penginapan dan sewa villa murah meriah mulai dari tarif Rp150.000,00 per malam. Harga makanan dan minuman pun tergolong ramah di kantong. Secara geografis letaknya memang lumayan terisolasi dari pusat keramaian kota, membuat suasananya sangat tenang di luar hari libur nasional.

Misi Pribadi: Menuju Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan

Sementara agenda internal B-COP difokuskan untuk persiapan acara Pelantikan Anggota Baru pada sore hingga malam hari, momen ini dimanfaatkan untuk melakukan penjelajahan mandiri menuju Kawasan Konservasi Penyu Hijau (Pangumbahan). Informasi dari warga lokal menyebutkan bahwa lokasi konservasi berjarak sekitar 20 menit dari Villa Ujang.

Sekitar pukul 16.30 WIB, perjalanan dilanjutkan menggunakan sepeda motor. Lintasan menuju area konservasi menyajikan tantangan tersendiri: sekitar 100 hingga 200 meter jalan menjelang gerbang masuk berada dalam kondisi rusak parah. Jalanan berupa kubangan lumpur licin dan dalam yang menyerupai petak sawah. Beruntung, ketangguhan motor sport berkapasitas besar mampu menembus rintangan ekstrem tersebut dengan ekstra hati-hati di bawah rintik gerimis.

Sensasi Pelepasan Tukik & Keajaiban Bertelurnya Penyu Raksasa

Tiba di lokasi konservasi pukul 16.45 WIB, keberuntungan langsung menyapa. Pihak pengelola tengah melakukan proses pengumpulan tukik (bayi penyu) yang baru menetas dari sarang semi-alami. Sebelum pelepasan dimulai, para pengunjung diberikan edukasi singkat mengenai siklus hidup penyu hijau, upaya perlindungan satwa langka, serta transparansi biaya retribusi sukarela sebesar Rp5.000,00.

Pemandangan ratusan tukik yang merangkak perlahan di atas pasir putih menuju hempasan ombak samudera menjadi momen yang sangat menyentuh hati. Secara statistik, dari ratusan tukik yang dilepas ke alam bebas, hanya 1 hingga 5 ekor yang mampu bertahan hidup hingga usia dewasa. Kendati pemeliharaan hingga usia 1 tahun idealnya dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup, keterbatasan anggaran membuat pelepasan langsung pascanetas menjadi langkah paling rasional.

✦ Catatan Momen Magis Malam Hari

Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, perjalanan kembali dilakukan menuju pantai konservasi dalam kegelapan malam. Di bawah guyuran gerimis dan deburan ombak selatan, pengunjung berkesempatan menyaksikan secara langsung penyu hijau dewasa berukuran raksasa yang naik ke daratan untuk menggali sarang dan bertelur—sebuah fenomena alam langka yang melengkapi cerita perjalanan ini.

Pukul 21.30 WIB, penjelajahan malam di area konservasi diakhiri. Jalur berlumpur kembali ditembus untuk merapat kembali ke Villa Ujang guna beristirahat. Keesokan harinya pukul 08.00 WIB, seluruh rombongan B-COP telah bersiap melipat kenangan di Ujung Genteng untuk melakukan perjalanan pulang menuju Serang, Banten.

• • •
M
Massaputro Delly TP
Penjelajah mandiri, penggiat literasi otomotif & outdoor, serta penulis perjalanan yang aktif membagikan ulasan rute touring, panduan eksplorasi alam, dan catatan perjalanan di Indonesia.
Rider & Traveler Travel Writer