Perjalanan menyusuri jejak peradaban di Sulawesi Selatan pada hari ketiga agenda ROAD 2 MAKASSAR (8 Maret 2011, pukul 15.00 hingga 15.30 WITA) terus berlanjut. Destinasi yang dituju kali ini adalah Museum Balla Lompoa Kesultanan Gowa di Sungguminasa. Museum Balla Lompoa merupakan hasil rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke 31, I Mangngi Mangngi Daeng Matutu, pada tahun 1936. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa memiliki arti rumah besar atau rumah kebesaran. Arsitektur bangunan museum ini mengusung rancangan rumah khas panggung Bugis Makassar, dengan tangga setinggi lebih dari dua meter untuk memasuki ruang teras utama.

Arsitektur Kayu Istana Balla Lompoa
Kemegahan struktur kayu rumah panggung Istana Balla Lompoa.
Tangga Utama Masuk Istana Balla Lompoa
Tangga kayu utama setinggi dua meter menuju teras istana.

Atmosfer Gladi Bersih Peresmian dan Rekonstruksi Bangunan

Sungguh sebuah kebetulan yang sangat berharga, pada saat rombongan mengunjungi lokasi ini, sedang berlangsung gladi bersih dalam rangka persiapan acara peresmian Museum Balla Lompoa yang dijadwalkan esok hari, 9 Maret 2011. Nuansa kebesaran Kerajaan Gowa di masa lampau terasa amat kental sepanjang prosesi gladi bersih. Sejumlah pengawal kerajaan tampak lalu lalang di sekitar areal museum mengenakan pakaian adat lengkap dengan penutup kepala (passapu) khas Sultan Hasanuddin. Tangan kanan mereka menggenggam tombak bermata tajam yang tersarung rapi.

Museum Balla Lompoa akan diresmikan esok siang setelah rampung dipugar oleh Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, yang juga merupakan adik kandung dari Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan). Syahrul sebelumnya telah mengabdi sebagai Bupati Gowa selama dua periode kepemimpinan.

Gladi Bersih Peresmian Museum Balla Lompoa
Suasana gladi bersih pengawal kerajaan menyambut acara peresmian.
Pengawal Berpakaian Adat Passapu
Pengawal kerajaan berbusana adat dan memegang tombak sakral.

Momen berharga ini dimanfaatkan rombongan untuk berdialog langsung dengan para sesepuh serta keturunan keluarga Kesultanan Gowa mengenai latar belakang rekonstruksi Balla Lompoa. Rombongan juga berkesempatan berbincang dengan Kapolres Gowa yang hadir memimpin pengamanan bersama aparat Kepolisian dan TNI demi menyukseskan peresmian esok hari.

Dari penuturan para tokoh setempat, terungkap fakta bahwa rencana awal rekonstruksi oleh Pemerintah Daerah sempat mendapat penolakan dari pihak keturunan Kesultanan Gowa. Kekhawatiran awal adalah proses pemugaran dapat merusak atau memudarkan nilai nilai historis sakral yang terkandung di dalam istana. Namun melalui pendekatan persuasif dan penjelasan komprehensif mengenai tujuan pemeliharaan cagar budaya, kesepakatan akhirnya tercapai. Salah satu rekayasa struktur utama yang dilakukan adalah meninggikan posisi bangunan istana yang semula menempel di atas tanah menjadi bertumpu di atas fondasi beton permanen setinggi dua meter.

Peninggian Fondasi Bangunan Balla Lompoa
Peninggian struktur istana di atas fondasi beton permanen.
Fasad Samping Istana Hasil Rekonstruksi
Fasad tampak samping Istana Balla Lompoa yang telah dipugar.
Halaman Luas Kompleks Balla Lompoa
Halaman depan kompleks museum yang tertata rapi dan bersih.
Undakan Beton Fondasi Istana
Undakan beton fondasi kokoh penyangga lantai panggung istana.
Sudut Bangunan Kayu Balla Lompoa
Detail konstruksi kayu ulin berkualitas tinggi peninggalan istana.
Persiapan Tenda Peresmian Museum
Persiapan tenda dan perlengkapan untuk seremoni peresmian.

Tata Ruang Bangunan dan Koleksi Benda Pusaka Kerajaan

Tata arsitektur bangunan Museum Balla Lompoa terbagi menjadi dua bagian utama, yakni ruang utama seluas enam puluh kali empat puluh meter serta ruang teras penerima tamu seluas empat puluh kali empat setengah meter. Di dalam ruang utama terdapat tiga bilik kamar berukuran masing masing enam kali lima meter, yang difungsikan sebagai kamar pribadi raja, bilik penyimpanan benda bersejarah, dan bilik urusan kerajaan. Seluruh bangunan dilengkapi ventilasi jendela berukuran setengah kali setengah meter yang menjadi ciri khas rumah Bugis Makassar.

Ruang Pameran Utama Museum
Ruang pameran utama tempat menyimpan benda cagar budaya.
Interior Dalam Istana Balla Lompoa
Interior dalam museum dipenuhi ornamen ukiran tradisional.

Museum ini memajang koleksi benda pusaka sesuai fungsi ruangan. Pada dinding kanan ruang utama terpajang peta Indonesia, disertai bagan silsilah keluarga Kerajaan Gowa dari Raja Gowa I Tomanurunga (abad ke 13) hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng Lalongan (1947–1957). Di tengah ruangan berdiri anggun singgasana kerajaan, dikelilingi perlengkapan perang kuno seperti tombak, meriam, serta payung kebesaran Lalong Sipue yang khusus digunakan saat pelantikan raja.

Museum Balla Lompoa menyimpan sekitar seratus empat puluh koleksi benda berharga dari emas murni dan batu mulia. Koleksi paling fenomenal di kamar pribadi raja adalah mahkota raja berbentuk kerucut bunga teratai lima kelopak seberat 1.768 gram yang dihiasi 250 permata berlian. Selain itu terdapat Tatarapang, yakni keris emas seberat 986,5 gram hadiah Kerajaan Demak, sepuluh tombak sakral, tujuh naskah lontara kuno, serta dua buah Al Quran yang ditulis tangan pada tahun 1848.

Pemandangan Depan Kompleks Balla Lompoa
Pemandangan depan kompleks Istana Balla Lompoa Sungguminasa.
Suasana Asri Sekitar Museum Balla Lompoa
Suasana asri lingkungan museum yang terawat dengan baik.

Museum Balla Lompoa bukan sekadar mahakarya arsitektur kayu Bugis Makassar, melainkan etalase keagungan peradaban Kerajaan Gowa yang menyimpan sejarah keberanian dan keindahan warisan emas Nusantara.

Lokasi, Aksesibilitas, dan Informasi Pengunjung

Komponen Informasi Rincian & Aksesibilitas Destinasi Keterangan Pengunjung
Lokasi Alamat Jl. Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Somba Opu, Gowa Berbatasan langsung dengan Makassar
Koleksi Utama 140 benda emas, Mahkota Bunga Teratai (1.768 gram) & Keris Tatarapang Koleksi emas murni bermutu tinggi
Akses Transportasi Dapat dijangkau kendaraan pribadi atau angkutan umum roda 4 & 2 Akses jalan protokol sangat mudah
Fasilitas Pelayanan Pemandu wisata (guide) berpengalaman & area parkir lapang Penjelasan sejarah lengkap & akurat
Anggaran Pemeliharaan Alokasi dana pemerintah daerah Rp25 juta per tahun Pemeliharaan koleksi terjamin

Kesimpulan

Kunjungan singkat selama tiga puluh menit di Museum Balla Lompoa Sungguminasa Gowa memberikan wawasan sejarah yang amat berharga. Keagungan arsitektur istana kayu serta nilai histori tinggi dari koleksi benda pusaka emas menjadikan destinasi ini sebagai warisan budaya nasional yang wajib dilestarikan!

✦ Catatan Penutup
Manfaatkan jasa pemandu (guide) lokal saat menjelajahi Balla Lompoa untuk mendapatkan penjelasan mendalam mengenai latar belakang dan makna filosofis dari setiap benda pusaka Kesultanan Gowa.